Diklat Jurnalistik Bersama AKLaMASI
Hai, sahabat pembaca
semuanya. Udah lama banget ya aku ga nulis buat kalian semua. Nah! Jangan
resah, di tulisan kali ini aku mau sedikit bernostalgia sama kegiatan yang
baru-baru ini aku laksanain. Mau tau apa. Yuk baca!
Awal April tepatnya tanggal 06-08 April 2018 lalu aku bersama temanku
bernama Bagus Pribadi di beri amanah oleh redaksi sebagai perwakilan dari Lembaga Pers
Mahasiswa (LPM) Gagasan untuk mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik Tingkat
Dasar (DJTD) ke-21.Nah,tuan rumah yang menyelenggarakan adalah Media Mahasiswa
AKLaMASI Universitas Islam Riau (UIR)
bertempat di Kantor Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pekanbaru.
Kami
memulai perjalanan pada hari Jumat
sekitar pukul 15.00 sore menggunakan
motor yang di kendarai oleh Bagus. Awalnya kami sampai di UIR menuju
sekretariat AKLaMASI sesuai informasi yang di dapatkan dari redaksi. Pada saat
aku menghubungi pihak panitia ternyata kegiatan Diklat diadakan di kantor KNPI
deket hutan kota.
Terpaksa
kami memutar arah motor dan bergegas ngebut untuk sampai di lokasi. Karena kami
berdua buta jalan alias ga tau letak lokasi di mana. Dengan mengandalkan
teknologi canggih alias GPS kami berhasil menemukan lokasi walaupun ada
beberapa jalan yang kelewat.
Sekitar
satu jam di perjalanan karena kocar kacir mencari lokasi kami akhirnya sampai.
Di sana kami di sambut hangat oleh beberapa panitia kegiatan. Semuanya ga ada
yang ku kenali satu pun, tapi ya ini pengalaman bisa perbanyak kenalan. Karena
kami sampai ashar, kami di suruh melipat lutut alias beristirahat sebelum
memulai kegiatan materi pertama diklat.
Salah
satu panitia membawa kami ke sebuah wisma yang tak jauh dari ruang materi
diklat. Wisma ini merupakan tempat nginap para peserta selama tiga hari.
Terdiri dari 10 kamar yang saling berhadapan, kamarku bernomor 04 yang di
dalamnya sudah ada satu lemari besar dan kasur yang kapasitas muatan sekitar 3
orang. Nah, di kamar ini aku tidak sendirian. Aku di temani dua sahabat baru,
mereka peserta DJTD yang kuliah di UIR, namanya Dinda dari Fakultas Hukum, Sri dari Fakultas Ekonomi. Mereka menyambut kehadiranku dengan baik
Setelah
beristirahat dan shalat ashar kami pun melanjutkan diskusi pertama tentang Tiga
Hal Penting Dalam Penerbitan PERS yang di bawakan oleh alumni AKLaMASI kak Wawan. Kami di ajarkan perihal reportase, teknik wawancara dan riset. Sore itu
menjadi awal keseruan bagiku bahwa ilmu itu ga sekedar bisa di tuai di kelas
saja, tapi diskusi dengan orang hebat di luar kelas merupakan ilmu yang berguna
suatu hari nanti.
Pada
waktu senggang menanti pemateri datang. Salah satu panitia yaitu Dawi
mengadakan permainan IQ yang bertujuan untuk menghilangkan rasa
kantuk dan bosan.
“Dari
pada ga ada ngapa-ngapain mending ikut permainan ini.” Ujar Yessi teman diklat
yang duduk di sebelahku.
Permainannya
itu berupa hitung-hitungan sembari memikirkan kalimat pertanyaanya, seperti
“bumi itu bulat, setiap bulat adalah satu jadi 22+10=?”. Nah semua peserta
diklat yang tau permainan ini pasti bisa langsung menjawabnya bahwa jawabannya
adalah satu. Tetapi bagi yang linglung mau jawab apa pasti berpikir keras agar
kalah di akhir permainan. Dan pada saat itu aku dan Bagus kalah dari permainan
yang jawabannya di luar logika itu.
Karena
waktu bermain terlalu panjang dan penuh gelak tawa. Diskusi dengan pemateri
tentang Sembilan Elemen Jurnalisme bersama Puput Jumantirawan dimulai. Diskusi
ini mengajarkan kami tentang betapa hebatnya seorang wartawan dalam menyibak
kasus-kasus besar yang ada di Indonesia.Sebut saja Meta Darma Saputra, seorang wartawan TEMPO yang berani membongkar skandal pajak terbesar di negeri ini. Selain
itu bang Puput juga mengajarkan perihal lingkaran narasumber serta membagi
nasehat dan motivasi untuk terhindar dari seleksi alam dalam sebuah organisasi.
Lanjut
hari kedua, sama seperti hari pertama diskusi bersama orang-orang hebat yang
sudah dahulu menyentuh kancah media resmi berita. Seperti Abdul Hamid
alumni dari AKLaMASI, Widiarso dari Pekanbaru Pos berbicara tentang
fotografi, Eko Faizin dari Riau Pos belajar Layout tulisan, Hamid belajar
menulis berita straight news serta temu ramah dengan Forum Pers Mahasiswa
(FOPERSMA) Riau yang waktu itu hadir LPM Bahana UR, LPM Visi UNILAK, LPM Gagasan
UIN Suska.
Dari
semua yang telah di pelajari dari hari pertama akan di praktekkan kepada
para peserta. Kami di bagi menjadi beberapa kelompok serta di beri pamong yang akan
mengarahkan anggotanya. Di situ kami di suruh membuat media sendiri seperti
bagaimana isi majalah sebenarnya. Dan pastinya setelah shalat maghrib sampai jam 20.00 malam melakukan liputan di luar, meliput apa saja yang menjadi tema
dari isi majalah yang di angkat.
Setelah liputan selesai, seluruh kelompok membuat tulisan berupa liputan utama, feature,sastra,opini dan lainnya. semuanya nampak bekerja keras untuk menyelesaikan media berita dalam satu malam. Jika ada kelompok yang sudah siap di berikan izin untuk beristirahat di wisma.
Di hari ketiga semua tulisan yang sudah di layout dalam media masing-masing kelompok akan di print dan di nilai atau di koreksi oleh pengurus inti redaksi AKLaMASI seperti Pimpinan Umum,Pimpinan Redaksi dan Pimpinan Perusahaan.
Evaluasi liputan sekaligus pengumuman kelompok terbaik,tulisan terbaik,peserta teraktif menjadi akhir dari kegiatan DJTD ke-21 AKLaMASI ini. Semua peserta foto bersama dan mengemas barang pribadi yang akan di bawa pulang. Setelah bersalaman, tepat pukul 13.30 aku dan Bagus meninggalkan kantor KNPI dengan membawa beragam ilmu dan kenalan baru yang di dapat semasa Diklat Jurnalistik.
*Sumber Foto : Media AKLaMASI





Komentar
Posting Komentar