Bagian yang Salah
Ada cerita yang tidak bisa didengarkan oleh telingamu sendiri. Tentang mereka yang setiap saat membahas hidupmu kepadaku. Sungguh. aku keberatan.
Mereka berpura-pura mengetahui tentangmu, padahal jelas yang mengetahuinya adalah aku. Perihal kebiasaanmu yang penuh misteri, cara ketidakpedulianmu tentang sesuatu , atau makanan yang tak kau sukai, jalanan yang biasa kau telusuri, dan nikmatnya kopi yang kau hirup di depan senja yang selalu pergi tanpa menitipkan pesan satupun. lantas, mengapa mereka yang tidak memiliki kepentingan di hidupmu selalu mengurusi hal-hal kecil tentangmu
Aku seperti bunga yang dipetik lalu dicampaki. Mereka seperti benalu yang tak pernah mati kecuali dibuang sebagai pertanda perusak sebuah batang. Dengarkanlah aku, satu menit saja. Supaya kau tahu ada banyak pertanyaan untukmu.
"Masih adakah aku?
Dalam mimpi yang kau pejamkan lewat mata indah itu?
Dalam aktivitas tak beraturan yang sering kau buat tanpa rencana itu?
Dalam tulisan romantis yang sesekali kau buat ?
Atau adakah aku dalam doadoamu kepada Tuhan , setelah kau mendoakan ibu dan bapak di rumah?"
Masih adakah aku di sana?
Ada yang terlupa..
bagaimana caranya kau bisa mendengarkanku, gendang telinga itu sudah tertutupi oleh serabut yang kian masuk. Pelan,,pelan,,lalu terkunci.
Jangankan mendengarkan suaraku, melihat saja mungkin enggan.
Itulah dirimu sekarang, diri sebagai waktu dan manusia yang sudah berubah!
Ada banyak hal yang tak pernah kau sadari selama ini, di sini ada aku yang terbiasa didiamkan, yang tak pernah mengaduk obrolan bersamamu. Sehingga kata-kataku bungkam dalam perasaan sendiri.
Sedangkan kamu?
Terus bicara berkali-kali, sampai hidupku menjadi materi lelucon, sampai jantungku terus berdegup kencang, sampai langkah tak pernah beriringan lagi, dan sampai kita menjadi dua orang asing. Sungguh, bayangkanlah. Kita pernah mengukir cerita yang penuh halusinasi.
Jangan diam saja, tanyalah cerita seperti apa?
Tanya apa? !
Lamunanperempuan, 2018
#Puisi #malam #sebelum #tidur

Komentar
Posting Komentar