Kembali Patah


Aku sudah salah sejak bab pertama. Mengapa tanda-tandanya tidak pernah ada di prolog? Kau sudah dimiliki orang lain. Semudah itu dan sebercanda itu orang-orang sekelilingku. Bagaimana jika kau tahu aku memiliki rasa? Menjauhkah? Atau kau akan bilang “Berhentilah menyukaiku, lupakan rasamu”, mungkin bagimu sesederhana itu.

Pendengaranku jernih mendengarkan kau mengakui sesuatu yang tidak kusuka. Penglihatanku masih terang, meski di bantu kaca mata minus ini. Kau tertawa bahagia, tersipu malu,seolah dunia hanya kau yang punya malam itu.

Tepat di hadapan seniorku kau mengakui telah memiliki kekasih. Hubungan yang sebentar lagi akan kau bangga-banggakan, tentang cerita berdua setiap hari. Apakah jarak jauh atau dekat, pengakuan malam itu membuatku berkata cukup. Aku menyudahinya, kawan.

Itu malam pengakuanmu, nikmatilah malam pengakuanku dari rangkaian kata-kata yang berserak pada lembaran ini.

Kita berkenalan dalam hubungan pertemanan. Satu tahun. Masih seumuran jagung, tidak banyak yang bisa diapresiasi dari pertemanan serba kebanyakan tidak pedulian ini. Kecuali hanya saling melontarkan kalimat-kalimat mengagumi satu sama lain.

Berapa buku yang kau habiskan dalam seminggu ini? Mungkin sehari satu ya? Atau sebulan bisa sepuluh buku

Tidak usah di jawab, nanti pacarmu marah.
Kau baik, tapi milik perempuan itu. Aku senang bersamamu, mengantarkanku pulang setiap saat, tapi sekarang tidak lagi. Apakabar motor bebekmu itu? sudah sehatkah? Terakhir kulihat dia sangat kotor. Cucilah, supaya perempuanmu nyaman untuk duduk menggantikan posisiku.

Aku pernah tersadar pada hal-hal kecil yang kita pakai, seperti kecocokan berpakaian. Seleramu seleraku juga ternyata, entahlah memang begitu adanya yang ku lihat. Pernah suatu ketika kau hanya memakai kaos hitam dan celana jeans coklat, begitu pun aku dengan kerudung coklat dan stelan gamis hitam. Atau warna-warna pakaian yang hanya terlihat maching. Saat itu suasana lain saja, semesta seperti menggilitikiku untuk bisa tersenyum sendirian.

Banyak perbedaan-perbedaan yang mengusik pikiran ku tentangmu, pemikiranmu yang terlalu luas, kadang apa yang ada di otakku tidak bisa menembus jalan pikiranmu yang tinggi itu, maka dari itu dalam menyeimbangi obrolan aku banyak membaca buku-buku juang yang tidak kusukai. Bacaanku bukan bergenre politik,biografi tokoh besar,tragedi-tragedi menyiksa manusia, dan lainnya. Aku hanya pembaca puisi-puisi dan cerpen-cerpen karangan sastrawan hebat, novel-novel cinta, novel klasik.

Tapi setelah menikmati satu buku, lembaran demi lembaran yang sudah ku bolak-balik itu membuatku menikmati isian dari buku juang yang kubaca. kadang ada beberapa pola pikirku yang berubah, sesuatu yang tidak pernah ku ketahui akhirnya kutemukan  jawabannya. Bahkan kenikmatan membaca selera bukumu itu menghantarkan aku untuk tidak berhenti mengoleksi buku-buku seperti itu. Menabung dan beli buku, itu saja kerjaanku.

Selain buku, kegilaanmu yang mengubah seleraku adalah musik indie yang sering kau dengar. Apa sih musik indie itu? lagu yang kebanyakan mellow nya, banyak galaunya. Tapi setelah mendengarkan lagu-lagu itu timbul pertanyaan dari otakku sendiri. Apakah lagu indie diadaptasi dari puisi? Karena, kebanyakan liriknya puitis dan penuh makna. Aku senang dan keenakan mendengarkan lagu-lagu indie karangan siapa pun. Bahkan sebelum tidur handphone dan headset tidak pernah lepas dari genggaman. Ya, mendengarkan lagu indie sebagai pengantar tidurku. Seperti lagu Amigdala, Ku kira kau rumah dan Pygmy Marmoset, cerita tentang pohon.

Demikianlah pengakuanku untukmu, tentang siapa perempuanmu itu jagalah ia dalam sebaik-baiknya penjagaanmu. Seperti kau setiap hari menjaga ibumu di rumah. Dia perempuan baik, dan kau lebih tahu tentangnya di banding aku. Buanglah jauh-jauh bagaimana masa lalu pernah mempermainkanmu, di tarik ulur oleh perasaan sendiri. Kau beruntung mendapatkannya, begitu pun dia lebih beruntung mendapatkan kekasih sepertimu.

Jangan seperti aku, “Mencintai begitu rupa tapi tidak tahu yang dicintai sebetulnya tidak mencinta kamu” kata-kata Alina untuk Sukab dalam buku sepotong senja untuk pacarku. Kini kalimat itu menjadi bagian kalimat penting dariku untukmu.

#lamunanperempuan, 2018


Komentar

Postingan Populer