Aku,Kamu dan Buku
![]() |
| sumber foto,dok.pribadi |
Aku ingin berbagi cerita kepadamu,bolehkah? Jika enggan
mendengarkan tutup saja kupingmu,aku tidak keberatan. Setidaknya masih ada raga
yang duduk disebelahku,dan itu membuatku tenang.
Beberapa hari yang lalu, aku selesai membaca novel karangan Ninit Yunita
yang berjudul “Mari Lari.” aku kagum dengan sosok anak bernama Rio, ia baru
menemukan bagaimana caranya memaknai hidup di usia 28 tahun. Kehilangan ibu
membuatnya menyerah, putus asa dan tak ada lagi panutan satu-satunya yang mendukung
apapun keputusan yang ia ambil. Pertengkaran dengan ayahnya membuat ia harus
keluar dari rumah. Hidup dengan teman sebaya pemilik sebuah showroom besar. Singkat
cerita, passion dan album tua menyertai perubahan hidup yang besar bagi Rio,
serta menghantarkan ia bersama ayahnya seorang mantan atlet lari marathon SEA
GAMES dalam menaklukan Event Bromo Marathon. Tak ketinggalan Annisa,seorang
gadis lawyer berusia 26 tahun mampu membuat Rio bertekuk lutut di hadapannya.
Ceritaku selesai,singkat bukan? Aku ingin apa yang
kusampaikan di sore ini membuatmu mengerti. Sesingkat apapun ceritaku mengulas
berbagai buku denganmu,aku berharap buku yang sedang kubaca turut kamu baca
juga. Mungkin dengan secangkir kopi di sore hari? atau memandangi semesta punya
Tuhan? atau dengan petikan intrumen gitar, yang membuatmu menikmati helai demi
helai halaman buku yang dibaca.
Sungguhpun demikian, tujuanku adalah kita tak pernah berhenti membicarakan buku. Boleh buku yang pernah kamu baca atau sebaliknya, bahkan sampai waktu pun bosan menanti kita yang keasyikan menggambarkan para tokoh dalam buku. Sehingga pergi meninggalkan.
Sungguhpun demikian, tujuanku adalah kita tak pernah berhenti membicarakan buku. Boleh buku yang pernah kamu baca atau sebaliknya, bahkan sampai waktu pun bosan menanti kita yang keasyikan menggambarkan para tokoh dalam buku. Sehingga pergi meninggalkan.
Apapun yang kita tanam perihal buku di masa ini, akan
dinikmati generasi selanjutnya. Karena apa?Karena sampai kita tua kita tak pernah
kehabisan cerita. Cerita dari siapa? Dari buku-buku yang pernah kita baca,
sewaktu masih muda sampai usia kita di makan waktu,ya seperti sekarang ini. Aku
dan kamu masih saja di peluk oleh buku.
Inilah caraku tenggelam di dalam imajinasi singkat, butuh
beberapa jam saja meyakinkan tangan untuk menuliskannya. Aku harap ini bukan
perihal bayangan semu yang tertulis, tapi saat aku menemukanmu di luar sana,
bayangan semuku akan disambut bayangan nyata. Sekali lagi dari siapa? Dari kamu,pengantar imajinasiku sebelum tidur .

Komentar
Posting Komentar