Kisah Sore

Doc Pribadi



Aku menamai ini kisah sore. Tentang bagaimana sore dihabiskan dengan baik. Tentang mengapa kesendirian itu terlihat aneh dimata orang-orang, tentang mengapa teman baikku selalu menangiskan hubungan percintaannya yang tidak sehat, tentang kakak yang duduk membaca buku di kedai kopi, tentang sepasang kekasih yang saling mencoba romantis di depan pasangannya tanpa ia tahu salah satu teman perempuan yang ia ajak menjadi nyamuk di antara mereka.

Cerita ini berawal dari obrolan singkat yang aku ucapkan kepada teman dekatku, sehingga tiba-tiba dia menangis di depanku. Saat itu aku panik dan langsung berlari masuk ke dalam kedai kopi untuk meminta tissue ke kasir, sesaat aku berfikir mungkin dia sudah sangat lelah menjalani hubungan yang menurutku memang tidak sehat, aku merasa sedih tapi senang karena temanku ini sadar dengan semua yang terjadi.

Entah berapa kali aku menasihatinya bahwa lebih baik menyudahi daripada terus-terusan menyakiti diri sendiri. Ini adalah ngobrol terlamaku dengannya, bayangkan saja mulai dari sebelum zuhur sampai setelah ashar aku dengannya hanya duduk bercerita tanpa harus melibatkan handphone masing-masing. Aku ingin lebih fokus mendengar ceritanya meski solusi-solusi yang kuberikan tak banyak. Tapi aku senang dia bisa berbagi apa yang ia rasakan selama ini.

Sepanjang aku duduk di kedai kopi itu, dari arah depan tempat aku duduk. Aku melihat seorang kakak yang duduk sendirian sambil membaca buku, sekilas aku melihat judul bukunya “Power”. Pikiranku bilang “i like your style, sist” karena aku suka melihat gayanya. Hanya memakai kaos dan celana biasa, kemudian memasang headset buat dengerin lagu sambil baca buku serta menikmati kopi susu yang menjadi menu pilihannya di sore itu.

Jaket putih dan slimbag ia letakkan di atas meja semen, kacamata tebal, masker dan rambut yang dikuncir ke belakang membuat owner kedai kopi tersebut memotretnya dari kejauhan. Ia terlihat simpel tapi mewah, karena jarang aja selama aku duduk di sana ada cewek bawa buku trus duduk sendirian. Biasanya kan kebanyakan orang nomgkrong itu rame-rame.

Ketika itu aku memikirkan betapa menyenangkannya menikmati waktu luang tanpa adanya tuntutan waktu dan embel-embel dari orang lain, karena kita sering berekspektasi lebih dan bergantung sama orang lain padahal diri sendiri bisa diandalkan. Makanya orang-orang hari ini sering beranggapan seseorang yang duduk sendirian atau datang sendiri ke tempat ngopi, atau tempat yang lainnya adalah orang yang aneh, gapunya teman, dan lainnya.

 Padahal itu tidak benar, jika kita bisa menciptakan kebahagian untuk diri sendiri, sekitar kita pasti akan mendukung untuk membuat diri sendiri  jauh lebih bahagia. Berapa banyaknya kesempatan untuk menjadi bahagia datang ke hidup kita, namun kita belum mau untuk mengambil satu dari kesempatan itu. Yang ada kita hanya  mengutuk hidup orang lain yang terlihat menyenangkan dan membandingkannya dengan hidup yang sedang kita jalani.

Perihal kakak yang baca buku itu, ada hal sederhana yang membuatku tersentuh melihatnya. Jadi di meja yang sama ada satu bekas tempat minum punya orang sebelum yang duduk di sana, saat si kakak mau pergi dia langsung megambil tempat minum plastik itu dan membuangnya keluar. Itu adalah salah satunya contoh kecil yang kalau orang-orang juga melakukan apa yang dkerjakan kakak tu, pasti akan menyenangkan waiters dan pekerja karena tugasnya sudah diringankan. Saling membuat orang lain tersenyum itu sangat bagus, apalagi yang moodnya lagi gak oke. Bisa jadi dengan melakukan hal kecil itu bisa membuat mood seseorang membaik.

Lalu, persis dibelakang teman dekatku duduk. Ada tiga orang yang lagi menikmati keseruan mereka. Salah dua di antara mereka adalah sepasang kekasih yang lagi suka-sukanya. Aku memperhatikan bagaimana cowoknya melakukan love languange bagian act of service kepada perempuannya, hanya dengan mengurus minuman yang dipesan. Menyiapkan minuman dan sedotan untuk kekasihnya yang lagi asyik melihat ponsel. Terlihat mereka membuat dunia hanya milik berdua, padahal si perempuan membawa satu teman perempuannya yang berusaha mencari celah untuk menyibukkan diri sendiri.

Lagi-lagi memperhatikan hal-hal kecil menjadi topik yang paling aku senangi jika harus membahas hubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya. bagaimana tidak? Jika dengan hal kecil saja sudah ingat dapat dibayangkan jika ada hal-hal besar terjadi dalam proses hidup pasangannya tentu akan memikirkan pasangannya untuk bisa menikmati hal yang sama. “Dia pasti suka nih kalau diajak ke sini, dia pasti senang kalau makan ini.” kira-kira begitu.   

 

Komentar

Postingan Populer