Ruang Sidang Segudang Cerita
Meja makan itu membagi kursi menjadi
lima, faktanya enam. Tapi, yang dicari hanyalah siapa yang duduk disana setiap
keributan terjadi, setiap tangisan mulai
mewarnai dan setiap canda tawa mulai mengerjai. Ya! Itu ruang sidang, bukan
sidang pengadilan tapi sidang mengenai tingkah laku tak bersahaja dari kelima manusia pengubur
mimpi yang duduk disana.
Boleh kalian tebak? Tapi jangan!!!
kalian tak akan sanggup menebaknya! Kecuali yang baca tulisan ini. Siapa yang belum pernah kena sidang disana? :)
Baiklah, senyumku semakin tak karuan
jika harus menulis tentang mereka. Banyak hal-hal yang kurasa menyenangkan bila
mengkhayal bersama mereka. Karakter mereka berbeda-beda, keunikan mereka juga
berbeda, bahkan keseharian mereka benar-benar berbeda. Sesuatu yang sama cuma perjanjian-perjanjian kecil saat kami bertemu kami melaksanankan nya.
Ruang sidang yang di dominasi warna
hitam itu tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagiku. Malahan jadi momok
yang membuatku rindu untuk mendatanginya. Bisa saja aku membayangkan diri
berdiri disetiap sela kursi itu, kemudian duduk pada kursi yang biasa aku
duduki, kembali mengkhayal dengan semua suasana persahabatan itu.
Posisi kalian duduk, cara kalian
menyapa, celotehan saat belajar, ngecengin sahabat yang samaan motif baju, diskusi
soal pelajaran UN, ngecengin cowok/cewek yang disuka, diem-dieman kalo lagi ada
yang berantem, sibuk sama hp dan laptop sendiri, nyelesain masalah bareng, cewek-cewek
biasanya pada nangis kalo semakin deket hari perpisahan yaa gitu bawaannya ga
mau pisah dan ngedumel satu sama lain, ributin siapa yang bakal nikah duluan ,
ngesepakatin kalau ada yang nikah ngirim
kiriman bunga yang ada lebel nama persahabatan kita, terus tentang nentuin
kaleng mimpi kapan dibuka kembali, dan tentang makan sate+goreng ubi saat
menungu hujan reda.
Kalian tahu?? Ada kesepian yang berusaha
menyelinap di semester pertama kuliah ini. Entah itu kekosongan tanpa kalian
atau khayalan rindu yang terlalu berat sampai aku masih mengira tertinggal pada
waktu dan tempat yang sama. Setelah ku bangun, aku lupa waktu dan tempat itu
telah berubah. Ku harap orang di dalamnya tidak akan pernah berubah.




Komentar
Posting Komentar