Happier
Aku berjalan menyusuri tempat di mana kita pernah bertemu, jalanan yang
pernah kita lalui bersama.Tapi nyatanya kau benar-benar tidak ada di sana, yang
tersisa hanyalah kenangan di mana motor kita saling berpaspasan. Patah hati itu
benar-benar menyakitkan tapi masih tetap dinikmati rasanya.
Melihatmu bersama orang lain perkara iklas
yang tak pernah selesai-selesai, membiarkanmu lepas dan bebas bahkan senang rasanya
melihat kau lebih bahagia bersama orang lain.Kau terlihat bahagia ketika
tertawa didepannya, betapa tidak bahagia jika sejauh ini dia bisa membuatmu
senyaman itu. tapi satu hal, dia tidak bisa mencintaimu lebih dari aku
mencintaimu.
Setelah tak ada lagi jalan yang aku
lewati sendiri, aku menikmati makanan yang pernah kau makan saat bersamaku.
Manisnya es krim coklat sudah beda rasanya ketika dinikmati sendiri, mungkin
menikmati makanan bersamanya tak lebih indah jika kau bersamaku, dulu.
Tak ada
kesibukan yang membuat hari kau tak menyapa atau membalas pesan singkatku di WhatsApp,
setidaknya mengirimkan stiker lucu pagi
hari adalah kebiasaan yang tak pernah kau tinggalkan. Apakah kau masih
melakukan itu bersamanya? Kurasa tidak. Tapi kau terlihat bahagia bersamanya.
Menemani kesibukanku ke sana ke mari tak
membuat kau lelah ketika itu, antisipasi dengan jus sirsak kesukaan kau adalah obat
untukku meredakan segala penat. Tak ada janji-janji yang kau bangun untuk masa
depan denganku, namun kepadanya kau terus terlihat bahagia. Bagaimana caraku
melatih patah hati yang tak pernah hilang ini? Jika dengannya kau terlihat
bahagia.
Ada yang pernah seperti cerita diatas?
Semua orang mungkin pernah. Masih terjebak dengan masa lalu yang sudah kandas.
Bila diingat pasti akan membandingkan dengan kondisi diri saat ini. Masih
mencari tahu kabar-kabar dari seseorang di masa lalu, dengan siapa dan apa
kesibukannya sekarang pasti telinga terbuka lebar untuk nyaring mendengarkan.Tak usah repot-repot, bikin akun kedua untuk jadi stalker, karena itu paling aman
dilakukan. Jika seperti itu? apakah bisa moveon? Atau malah stak dengan keadaan
yang tak mungkin bisa bersatu lagi.
Melihatnya bahagia bersama orang lain itu
bukankah sesuatu hal yang baik? lalu mengapa kita masih mempermasalahkannya?Bukankah untuk kita juga ada bahagia? Cari dan temukanlah kebahagiaan itu. Jika ia
terlihat bahagia bersama orang lain biarkan saja itu terjadi, toh kita
juga akan bahagia nantinya.
Berusahalah untuk bisa bahagiakan diri sendiri, tak
perlu urusi hidup orang lain karena itu bukan tugas kita. mereka bahagia dengan
urusan mereka, yasudah kita harus juga bahagia dengan urusan kita.
Jika terus seperti ini pasti kita akan
menjadi bahan candaannya, kita dianggap lemah karena selalu melihat orang lain
dari sudut pandang kita sendiri. Perbandingan itu pasti akan terus ada, tapi
apa harus kita mengikuti perbandingan yang tak seharusnya kita lakukan,
membandingkan hidup kita denganya tak akan selesai-selesai.
Jadi perbanyak
bersyukur dan nikmati apa yang ada di depan mata saat ini, karena itu yang kita
punya.Mencintai itu tak harus sekarang, besok,
atau beberapa tahun yang akan datang tapi mencintai itu ketika sudah datang
waktunya. Bila kau merasakan hati dan pikiran penuh olehnya, saat itulah kau
telah jatuh cinta. Bahagiakan dirimu saat ini, jangan lakukan perbandingan
hidup dengan orang lain, walau mereka terlihat bahagia kau sendiri harus lebih
bahagia.



Komentar
Posting Komentar