Lebih Baik Usai Di sini
Hari-hari harus menyenangkan meski tidak
ada lagi ragamu di depan mataku, pagiku harus cerah walau aku tahu tak semudah
itu melepasmu pergi. Malamku harus tenang seperti biasanya meski tak ada lagi
dering telpon dan pesan chat menyapa. Semuanya
tentu harus biasa-biasa saja, tetap menjalani rutinitas yang biasa dikerjakan. Tanpamu
aku masih terus berjalan, malah harus fokus dengan mimpi-mimpi yang sempat
tertunda.
Beberapa hari ini melewatinya dengan
baik, bahkan masih ada namanya dipikiran. Ah susah sekali melupakannya, mengingat
hari di mana kalimat-kalimat yang sudah jelas menandakan hubungan ini saja
sangat menyakitkan. Mau bagaimana lagi? Aku tidak akan memaksakan sesuatu yang
tidak mau diajak sama-sama, aku tidak akan memperjuangkan seseorang yang tidak
mau diperjuangkan. Sepihak itu terlalu menyedihkan, bukankah lebih indah jika
semuanya dua arah? Maka dari itu aku berhenti.
Walaupun terkadang ada hal-hal yang
membuatku ingin mengetahui keberadaannya, tapi lagi-lagi aku sadar itu bukan
hakku. Sekarang yang perlu dilakukan bukan melupakan tapi mengiklaskan semua
yang pernah terjadi, apapun itu bentuk ceritanya. Kenangan pasti akan tetap
jadi kenangan, tak mungkin hilang. Tapi yang harus dipahami diganti dengan yang
lebih baik itu pasti. Entah itu persoalan melepaskan atau kehilangan, yang
jelas berdoa menjadi kunci utama.
Aku dan kamu sudah memilih keputusan yang
tepat. Terlalu banyak yang harus aku buang, semua harapan dan bayangan yang dulu pernah mengisi hari-hari. Di sini aku yang terlalu banyak berjuang dan berkorban sampai
lupa sebenarnya yang aku lakukan untuk apa, apa yang sedang aku kejar,pernah sesekali aku bertanya dalam hati. Dalam hari-harimu apakah ada aku juga? Sejauh menjalani hubungan tanpa kepastian ini
tak pernah terlihat aku menjadi bagian besar dalam apapun yang kamu kerjakan.
Bukankah menyayangi itu dialog antara dua
aku? Tapi saat itu hanya aku. Kamu sedang tidak di dalam satu perasaan yang
sama. Maka dari itu usailah arah kata-kataku yang sudah hilang muaranya, tak
bertemu pada tujuan yang sama, visi yang sama. Mungkin dengan orang lain kamu
lebih banyak belajar menyayangi yang sebenar-benarnya. Sampai berjumpa dengan orang baru yang lebih mengenal kamu dibanding aku, jangan terlalu plin-plan dan pilih-pilih meski aku tahu mencari itu untuk satu dan seumur hidup. Tapi semakin banyak yang dilewatkan semakin kamu akan merasa kehilangan. Karena perempuan pun tidak sempurna.

Komentar
Posting Komentar