00.00 dan Overthinking
![]() |
| Gambar Pribadi |
Katanya
pukul 00.00 malam adalah jam rawan untuk orang-orang yang belum bisa tidur. Biasanya
pada jam segitu banyak hal yang sedang dilamunkan, walau posisi badan hanya
rebahan di atas tempat tidur sambil melihat langit-langit kamar. Saat itu terjadi
ada-ada saja hal yang sebenarnya tidak ingin terpikirkan tapi tiba-tiba jadi
bahan pikiran yang berniat ngajak tawuran isi kepala.
Banyak orang yang tidak bisa tidur nyenyak hanya gara-gara overthinking yang tak pernah habis, apa yang sedang dipikirkan saat itu sangat mempengaruhi pola tidur pastinya, sehingga menjadi berantakan.
Mungkin kelihatannya hanya “aelah begadang doang” tapi tidak sesimpel itu kawan. Hidup itu tak melulu tentang tenang meski manusia selalu ingin mencari ketenangan dalam hidupnya.Tapi banyak kecemasan dan ketakutan yang sering dihadapi manusia dalam menjalani hidup yang tidak selalu mulus itu.
Pada jam 00.00 malam itulah kebanyakan orang
memikirkan perihal jalan hidupnya. Mungkin hal pertama yang terbayang adalah “seperti
apa ya masa depanku nanti ?” dan kenyataannya kita tidak pernah tahu hal
baik mana yang akan membuat perubahan baik di lima atau bahkan sepuluh tahun
yang akan datang. Sekarang kita hanya terpaku mengikuti arus airnya saja, masih
bingung muaranya akan berakhir di mana.
Saya
termasuk salah satu orang yang pernah mengalami gangguan overthinking
berlebihan. Pada halaman ini saya ingin berbagi cerita dengan kawan-kawan
semua, karna saya ingin orang-orang di luar
sana tidak sendirian ketika mengalami hal seperti ini, maka dari itu saya memberanikan
diri untuk bersuara menjadi seorang kawan yang mendengarkan ceritamu juga.
2020 adalah tahun terberat bagi saya,
kondisinya saat itu saya menjadi orang yang cendrung murung meski kelihatan di
mata teman-teman terdekat, saya adalah orang yang periang dan terlalu semangat.
Tapi
tidak kawan! Saya memilih untuk menyembunyikan topeng kesedihan itu. menjelang
mata saya terpejam untuk tidur, selalu ada hal-hal yang saya pikirkan membuat
isi kepala sangat ribut. Saat sedang memikirkan satu masalah kemudian timbul
masalah lain. mereka saling beradu di dalam kepala dan itu benar-benar membuat
saya stres.
Saat
itu saya hanya mengatakan “stop, stop, stop gak!” lalu berusaha bernapas dengan
baik dan memeluk diri sendiri saat dalam kondisi terbaring. Untuk menghentikannya
sangat sulit, saya pikir menenangkan diri saat sedang overthinking
adalah hal termudah, tapi itu tidak berlaku untuk saya. Sulit! Benar-benar
sulit.
Saya
harus menangis dulu, menarik dan membuang napas terus, berusaha berbaring
dengan baik serta memejamkan mata untuk tidur dan akhirnya saya tertidur meski
dipenuhi rasa tidak nyaman dan itu terjadi selama berbulan-bulan.
Isi kepala saya pada saat itu seperti ini; Saya
menyalahkan diri sendiri dari semua keadaan buruk yang saya alami, saya
mengasihani diri sendiri bahwa hidup yang sedang dinikmati menyedihkan, saya
kecewa dengan apa yang diri saya lakukan, kesalahan yang saya perbuat membuat
orang-orang disekitar membenci dan memusuhi saya, saya seperti tidak layak
untuk mendapatkan cinta dari banyak orang, mereka selalu membandingkan saya
dengan orang lain hanya karna fisik saya terlihat tidak sempurna dimata mereka.
Dari semua yang saya pikirkan, saat itulah saya membenci diri saya sendiri.
Tidak
ada teman atau siapapun yang bisa menjadi pendengar dari apa yang saya alami
ketika itu. Memilih untuk melewatinya sendiri dan bahkan saya ingin tinggal di
suatu tempat yang tidak ada satu orang pun yang kenal dengan saya, membuang
masa lalu adalah hal yang ingin saya lupakan saat itu, ketika itu saya ingin
menjalani hari ini saja, besok, besoknya lagi, lagi dan lagi. Setelah berhari-hari
merasakan dan menikmatinya, saya berusaha untuk menyembuhkan diri saya sendiri.
Bepergian
dan membaca buku self improvement adalah salah satu cara menyembuhkannya. Semaksimal
mungkin saya benahi diri sendiri, bepergian tanpa harus ada rasa cemas dan
takut, kemudian mengatakan hal baik untuk diri sendiri seperti memujinya dalam
keadaan apapun.
Yang
terpenting adalah mengenali kembali siapa saya dan untuk apa saya ada di bumi. Bagi
saya membaca buku menjadi jalan pintas untuk memperbaiki pola pikir, saya ingin
arah mindset yang seperti apa, dengan mengetahuinya saya bisa melihat
pemikiran positif secara pelan-pelan. Itulah proses yang saya lakukan untuk
membuat diri saya kembali baik, meski belum sepenuhnya.
Efek dari apa yang saya lakukan adalah kini saya benar-benar merasa baik. Pelan-pelan saya bisa tidur tanpa ada keributan di dalam kepala, berani jujur dengan diri sendiri kalau perasaannya sedang tidak baik-baik saja, katakan sedang tidak baik.
Kalau perasaannya lagi oke, tunjukkan kalau lagi oke, berusaha untuk tidak
memakai topeng lagi. Terakhir, saya mulai berbagi perasaan saya dengan orang
terdekat, bercerita apapun itu, mulai dari hal receh, random, lucu, sedih dan bahagia
sekalipun. Dengan begitu, saya merasa terbantu untuk memfilter pikiran-pikiran
negatif dari diri sendiri.
Mungkin ini akan panjang jika dibahas, karena
sudah terlalu larut malam, cerita ini akan berlanjut di lembaran berikutnya. Terima
kasih untuk siapapun manusia di luar sana yang sudah membaca ini. Jika cerita
kita sama, semoga salah satu cara yang saya lakukan itu bisa membantumu pulih.



Komentar
Posting Komentar