Di Atas Gagah Ada yang Lebih Gagah





 Kegagahan lebih tepat disuguhkan kepada kaum adam, karena gagah sudah menjadi sifatnya para lelaki, bagaimana menampilkan pesona yang membuat semua mata yang memandang terpikat. Namun, pahamkah sahabat semuanya kata gagah disini bukan gagah layaknya kegantengan,kece,cool,tampan,dan sejenisnya. Tapi, gagah disini adalah gagah dalam lingkup sosialnya,pengetahuan,dan religius. Jika ketiga kategori itu sudah ada dalam diri kita masing-masing maka, kita sudah bisa dikatakan sebagai gagah. Baik itu perempuan atau laki-laki.

Pertama, gagah lingkup sosial. Maksudnya adalah gagahnya kita dalam bersosialisasi serta berintersaksi dengan sesama, baik itu tua atau muda sekalipun. Bagaimana caranya kita belajar untuk menjadi pendengar yang baik saat sedang ngobrol dengan sahabat atau rekan kerja, bagaimana caranya kita mengatasi masalah-masalah disekitar tanpa melakukan tindakan yang tidak layak untuk dilakukan,dan bagaimana caranya memperlakukan lawan serta kawan dengan sikap yang bijaksana. Jika berbicara mengenai lingkup sosial, sangat banyak definisi yang tertera disana,namun kuncinya hanya satu. Mempertahankan dan menambah relasi alias (teman,rekan kerja,sahabat,dll) untuk bersosialisasi adalah modal untuk kita berhasil menjadi pribadi gagah yang disegani oleh khalayak banyak, karena dengan adanya mereka kita sering melakukan kegiatan/berbagi pengalaman yang menguntungkan bagi diri sendiri.

Kedua, gagah dalam pengetahuan. Maksudnya adalah gagah tidak cukup dengan cerdasnya kita bersosialisasi tapi, gagah dengan wawasan juga sangat diperlukan. Apalah arti sebuah nama jika tidak ada sang pengarangnya, begitupun sebaliknya wawasan dan sosialisasi, apalah artinya sosialisasi jika wawasan tidak tergabung didalamnya. Jika keduanya sudah berkompromi maka, keduanya akan saling terkait untuk mampu membicarakan hal-hal yang menarik,menghebohkan,menyedihkan sekalipun yang menjadi trending topic saat-saat ini.  Semuanya akan membaur satu sama lain, sehingga keduanya tidak kekurangan informasi. Gagah dalam pengetahuan harusnya dilakukan dengan cara bersaing yang sehat, karena jika bersaing curang berarti bukan gagah namanya.

Ketiga, gagah dalam religius. Maksudnya adalah gagah yang mengerti apa tujuan hidup?, kemana bermuara sebenarnya hidup?, apa manfaat hidup?, apa yang seharusnya dilakukan saat hidup?. Jika itu semua kita mengerti mungkin hidup akan berjalan baik-baik saja dan kita akan melakukan kebaikan tanpa mengetahui kalau keburukan ada sebenarnya. Namun, apalah dayanya kita manusia yang tidak tahu apa yang akan terjadi kemarin,esok dan hari ini,jika tidak atas izin Tuhannya. Semuanya hanyalah Tuhan yang mengatur, mengatur rezeki,jodoh,kematian, serta mengatur hati kita masing-masing untuk terus mengingatnya. Gagah dalam religius ini seperti gagah beribadah,gagah sedekah,gagah memelihara perkataan dan perbuatan,serta selalu gagah berbakti kepada orang tua.

Ketiga kategori kegagahan diatas masing-masing mempunyai keterkaitan yang kuat. Namun, ingatlah sahabat semuanya, diatas gagah ada yang lebih gagah lagi, yaitu Tuhan Yang Esa. Jadi, janganlah kita merasa paling gagah di bumi ini,pakailah pikiran selagi ia masih terbuka dan digunakan untuk berpikir yang bermanfaat. Jangan merasa sombong dengan apa yang sudah dimilki, jika ketiga kategori gagah diatas kita merasa sudah mempunyai nya serta merasa paling sempurna. Remember! Tuhan Yang Maha Esa lebih memiliki segalanya dibumi yang ia ciptakan, untuk hambanya yang senantiasa berlomba-lomba melakukan kebaikan serta menyebarkan benih positif thinking untuk semuanya.   

Tulisan ini di muat di Portal Online Luak Nan Bungsu pada 16 Oktober 2015
           

Komentar

Postingan Populer