Elvi Aulia, Hidup Mulia Bersama Alquran




            Perjuangan adalah sebuah kata yang gampang di tulis namun dalam maknanya. Dan melakukan perubahan  kearah yang hakiki demi ketaatan kepada sang khalik sangatlah bernilai mahal jika kita sebagai manusia mau melakukannya. Seperti sahabat kita Elvi Aulia. Buah hati dari pasangan Asril dan Gusniarti ini berjuang untuk hidupnya melawan musuh yang bernama penyakit Lupus, dan bersama Al Qur’an lah ia mampu bertahan.

            Elvi, panggilan akrab yang sering terlontar dari orang terdekatnya. Muslimah kelahiran Payakumbuh, 29 Mei 1997 ini memiliki motto hidup “Do Your Best”. Yang selalu menghiasi hari-harinya dan menjadi sebuah suntikan semangat disaat kata putus asa terlintas di pikirannya.

            Berawal dari September 2012,sebuah penyakit lupus menyerang tubuh yang kuat dan menjatuhkannya menjadi tubuh lemah tak berdaya. Sesuatu yang tak ingin di rasakan kini harus di rasakan, rambut yang rontok,badan yang tidak boleh terkena sinar matahari,berat badan yang sebentar naik/turun, mengalami sulitnya masa koma, dan sedihnya hati melihat dua orang yang sangat berjasa meneteskan air mata setiap kali ia menjerit kesakitan menahan sakit serta harus cuti dari sekolah selama 1 tahun untuk penyembuhan. “ saya berfikir sudahlah lakukan yang baik-baik saja,pokoknya saya harus berubah kearah yang di ridhoi allah swt. Alhamdulillah beliau masih menitipkan nafas untuk saya menjalani skenario kehidupan ini,jika saya ingat masa dahulu itu adalah terburuk. Sehabis sakit inilah saya harus hijrah.” Tutur muslimah yang hobbi mendengarkan murotal alqur’an saat bercerita perihal penyakitnya.

            Hijrahnya seorang muslimah yang terinspirasi dengan Oki Setiana Dewi ini tidak lah omong kosong belaka. Sehabis sakit ia sangatlah rajin beribadah, piawai membaca dan menghafal kitabnya umat islam yaitu alqur’an. Sehingga 3 juz al qur’an sudah bisa ia kuasai. Ia mulai cerdas memilah mana yang baik dan yang buruk, tuntutan untuk memakai jilbab dalam dan syar’i sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang muslimah. Meski celaan dan hinaan sering datang bergantian menguji keimanannya. Pada kesehariannya ada-ada saja orang baik datang untuk mengajaknya menggali ilmu alqur’an sedalam-dalamnya,sehingga Assabul Qur’an sudah menjadi rumah kedua baginya yaitu rumah tahfiz. Semua ini karena al qur’an.

            Muslimah yang bersekolah di SMAN 1 Payakumbuh dan duduk di bangku XII MIA 2 ini sangatlah bertalenta, banyak prestasi yang di raih setelah keajaiban Allah SWT datang menghampirinya. Simak saja ia pernah menyobot JUARA 1 HAFIZH JUZ 1 DAN 30 TINGKAT KOTA PAYAKUMBUH DI STAIDA, JUARA 2 MTQ TINGKAT KOTA CABANG TARTIL MENENGAH, JUARA 2 MTQ TINGKAT SE-KENAGARIAN TIAKAR, JUARA 2 HAFIZH QUR’AN DINAS PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH. Selain prestasi di luar, ia juga berprestasi di sekolah yaitu JUARA 3 di kelas 1 sewaktu semester 2.

            Dari semua prestasi berlian ini, tentu saja banyak orang terdekatnya terlibat. Yang selalu mendoakannya,memberi dukungan di saat jatuh,menemani di kala sulit dan bahagia. Siapa lagi kalau bukan orang tua dan sahabat di sekelilingnya. Dan juga sang maha kuasa yang tak henti-hentinya memberikan rezeki sehingga menjadikan dia sebagai orang yang bersyukur.

            “ Ingatlah ini, orang penghafal Al Qur’an adalah keluarganya Allah swt. Jika kalian sehat dan alat indranya masih bagus cobalah membaca,menghafal,atau mendengarkan bacaan Al Qur’an agar kalian menjadi bagian dari keluarga Allah swt. Kuatkan lah iman,Allah swt melindungi dan memberikan petunjuk kepada manusia yang menjadikan Al Qur’an sebagai sahabat untuk hidupnya.” Tutur Elvi saat mengakhiri wawancara.

Tulisan ini di muat di Koran Harian Umum Singgalang pada hari Sabtu, 19 September 2015
bagian SMS (Singgalang Masuk Sekolah)
           
            


Komentar

Postingan Populer