Langit yang Dibatasi Dinding
![]() |
| Gambar Pribadi |
Malam
ini ada banyak keributan di pikiran saya, seperti pohon yang memiliki ranting
bercabang-cabang. Salah satu dari ranting itu adalah tentangmu. Mengapa kita
belum juga bisa bertemu padahal kita hidup di bumi dan langit yang sama? Apakah
takdir sedang tidak berada di tengah kita? Mengapa belum juga kita bertatap
muka walau itu hanya sekadar menyapa? Bahkan yang lucunya kita sudah berada di satu
tempat yang sama namun masih saja seperti tidak ingin melihat satu sama lain,
yang membuat saya ketawa adalah kursi kita hanya dibatasi oleh dinding-dinding
yang juga berkompromi agar suaramu ketika sedang menelfon itu tidak bisa saya
dengar. Langit yang dibatasi dinding itu benar-benar tidak mengizinkan kita bertemu.
Saya
begitu sensitif dan mudah menangis akhir-akhir ini. Bahkan saat saya sedang
menuliskan ini lagu Sweet Night yang dinyanyikan V BTS dalam soundtrack Itaewon
Class membuat hati saya menjadi kembali hangat. Entah sudah berapa kali lagu
itu saya putar ulang-ulang, ditambah lagi dengan alpukat kocok yang sudah saya
dinginkan beberapa jam yang lalu. Begitu cara saya menghabiskan malam yang
sudah menuju larut ini, tapi saya masih saja memikirkanmu. Sampai hari ini
namamu masih terletak di dalam pikiran dan hati, hanya saja saya mengakui bahwa
kamu tidak pernah tahu itu.
Menunggumu
untuk siap membuka hati itu rasanya seperti disengat lebah, sakit yang lama
sembuhnya. Tapi saya cukup menikmati perasaan-perasaan yang ada itu, terkadang
mengalihkannya hanya dengan menyibukkan diri sendiri. Terlalu lama sendiri itu
kadang-kadang jadi bahan pikiran juga, aneh untuk orang seperti saya yang jika
menyukai seseorang bisa bertindak lebih jauh agar orang itu menjadi miliknya
namun denganmu saya begitu gerogi dan menjadi orang kaku yang tidak mempunyai
keberanian sama sekali. Saya tidak tahu kamu seorang yang peka atau tidak,
namun sudah banyak cara yang saya lakukan supaya bisa dekat denganmu tapi kamu
masih memilih pasif.
Kalau
kamu membaca ini apa yang akan terjadi ya? Saya rasa kamu juga tidak akan
membacanya, karna saya tahu kamu tidak pernah mencari saya. Makanya keberanian
saya hanya terletak pada kata-kata ini, tidak pada tindakan yang seharusnya itu
yang harus dilakukan. Beberapa kali saya pernah memimpikanmu, saya senang kamu
bermain di dunia yang tidak nyata itu, tapi akhir-akhir ini kamu sudah tidak
pernah lagi berkunjung ke alam bawah sadar saya itu. Mungkin benar kata orang
namanya juga mimpi, bunga tidur yang seharusnya tak ada, jika mimpi itu ada
berarti tidurnya sedang tidak nyaman. Karena orang yang tidur tanpa adanya
mimpi berarti tidurnya nyenyak. Ah! Saya sangat merindukanmu.
Kalau
bicara soal kejujuran, masih ada harapan kecil seperti bunga yang baru tumbuh. Bunga
itu ingin mekar semekar-mekarnya untuk membuat pemiliknya bahagia. Memilihmu adalah
pekerjaan yang cukup rumit, saya tahu resiko apa yang harus saya hadapi ketika
membuat perasaan ini tumbuh. Jika pada akhirnya kamu mengetahuinya, tapi kamu
memilih tidak memperjuangkan saya, jangan hentikan perasaan suka ini karena
kamu tidak pernah punya hak atas itu. Biarkan tetap tumbuh sampai tak ada cahaya
matahari menyinarinya lagi, biarkan tetap tumbuh sampai hujan berhenti
menurunkan airnya ke bumi, biarkan tetap tumbuh sampai bunga mawar di atas meja
kerja saya kelopaknya jatuh bergiliran karena layu.



Komentar
Posting Komentar