Mengakhiri Mei
Mei
menjadi indah ketika bunga-bunga itu masih bermekaran sampai sekarang. daunnya
tak cepat berubah, batangnya pun tak kering karena sering menghisap air dalam
botol kaca. Setiap pagi saya sering bertarung menghirup udara bersih dengan
bunga-bunga yang saya pelihara sendiri. Tapi Brekky, kucing kesayangan orang
rumah sering menjadi tameng untuk saya bawa bermain untuk menghindari
memperebutkan oksigen di dalam kamar.
Tak banyak yang saya lakukan di bulan yang namanya cocok dipakai untuk perempuan itu. Hari-hari hanya menulis dan itu membutuhkan waktu banyak karena menulis adalah pekerjaan yang membuat saya berpikir banyak hal. Bagaimana tidak? Menulis seperti memasak bagi saya, semua bahannya harus dipersiapkan dengan baik sehingga nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang layak untuk disajikan.
Tanpa adonan
yang pas lidah orang yang mencicipinya pasti akan merasakan perasaan yang tak
ingin mencobanya untuk kedua kali. Begitu juga dengan cara kerjaku dalam menulis,
menyiapkan materi yang sesuai dengan tema apa yang akan ditulis hari itu. kalau
asal-asalan nanti pembaca menjadi ambigu seperti judul dan isi yang tidak
sinkron sama sekali.
Meskipun
begitu, kali ini menulis tidak membuat saya jenuh sama sekali. Saya juga
bingung kenapa akhir-akhir ini berkala terus karya yang saya keluarkan. Mungkin
ini dinamakan bersemangat tanpa melihat dan mendengarkan kata orang, makanya konsisten
dan produktif itu bakalan menjadi seiringan. Selain itu, bulan ini saya lebih
banyak self love nya dibandingkan ngehate diri sendiri.
Ketika saya mulai mencoba membandingkan
pencapaian antara diri ini dengan orang lain, saat itu juga saya berusaha
mencegahnya. Saya selalu bilang sama diri sendiri “Langkahmu dengan
langkahnya berbeda, meski begitu teruslah bergerak karena nanti pasti akan
sampai juga.” Makanya ketika saya mencoba menuliskan hal-hal tentang
mencintai diri sendiri sebenarnya saya sedang menceritakan diri saya sendiri, namun saya tidak ingin merasakan
perasaan-perasaan itu dalam kesendirian. Saya ingin membuat orang lain juga
mencintai dirinya yang jauh lebih hebat dan kuat itu.
Begitulah
saya mengakhir mei, lihat barusan saya membeli bunga untuk diri sendiri.
semenyenagkan itu dan sebahagia itu. hal sederhana seperti itu ingin terus saya
lakukan untuk menghargai hal kecil atau besar yang diri saya kerjakan selama
hidup. Semoga Juni lebih baik lagi.



Komentar
Posting Komentar